Satriyo Anggoro, lahir di Kota Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1985 dan telah mempelajari ilmu perikanan sejak 13 tahun yang lalu, berawal duduk di bangku kuliah Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hingga saat ini menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama 7 tahun dengan wilayah kerja di Sleman Barat.
Kabupaten Sleman memiliki 17 Kecamatan dimana setiap kecamatan didampingi oleh 1 orang Penyuluh Perikanan PNS. Kami sebagai PPB selalu berusaha berperan setara dengan siapapun dan dimanapun Penyuluh Perikanan PNS Berada, kami adalah partner kerja yang solid. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin sulit bagi anak-anak muda mencari pekerjaan, apalagi di wilayah desanya sendiri, PPB mencoba mengajak dan merangkul mereka untuk membangun desanya dengan potensi yang dimiliki tanpa harus melihat bahwa uang berputar hanya di Ibu Kota Jakarta saja. Karena selama ini mereka berangan-angan bahwa pekerjaan hanya ada di Kota Jakarta.
Pada suatu saat PPB menemukan sebuah kelompok dimana berisikan anggota anak-anak muda dengan usia berkisar 25 – 38 tahun sekitar 3 tahun yang lalu. Mereka tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Murakabi yang terletak di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. Keadaan mereka saat itu dapat dikategorikan berpenghasilan kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya mereka yang telah berkeluarga. Di dalam benak PPB berfikir bahwa, usia mereka masih muda dan masih sangat produktif, didukung dengan potensi lahan di Dusun Cibuk Kidul yang sangat mendukung untuk bisnis perikanan. Disini PPB menyebut perikanan adalah sebagai bisnis karena perikanan sudah bukan saatnya lagi hanya untuk pemenuhan gizi keluarga saja, PPB anggap hal itu sudah sangat terpenuhi dengan baik, sehingga sudah saatnya sekarang perikanan itu adalah lahan bisnis yang professional. Dalam kegiatan penyuluhan, PPB mengawali dengan selalu melakukan pertemuan rutin dengan kelompok yang selalu didampingi oleh Penyuluh Perikanan PNS yang sudah sangat paham akan wilayah tersebut. Setiap pertemuan PPB selalu menekankan bahwa “ budidaya ikan itu bisnis” kepada mereka, agar selalu terbentuk pada pola pikir mereka bahwa matapencaharian yang bisa membuat mereka sejahtera itu adalah perikanan (budidaya).
Selama perjalan penyuluhan dan pendampingan kelompok, rupanya pola pikir mereka mulai terbentuk perlahan, bahwa mereka beranggapan bahwa “Saya dapat mensejahterakan keluarga saya dari budidaya ikan”. Seiring waktu berjalan, PPB dan Penyuluh Perikanan PNS melaporkan perkembangan kelompok yang baik ini kepada Dinas di Kabupaten Sleman, yaitu Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Kebetulan PPB dinaungi oleh Dinas yang sangat cepat dalam merespon laporan dari Penyuluh Perikanan dan segera menindak lanjuti apa yang perlu dilakukan oleh Dinas. Pendampingan kelompok yang sangat intensif ternyata dapat menggugah semangat kelompok untuk terus bekerja keras. PPB memberikan gambaran perikanan sebagai bisnis yang profesional dan sangat menguntungkan melalui contoh manajemen pendederan ikan, PPB menjelaskan kepada kelompok contoh yang sangat mudah sekali, ”Seumpama teman-teman memiliki lahan 1.000 m2 saja, untuk pendederan ikan nila merah dari ukuran 1-3 hingga 5-7 dalam waktu 2 minggu, harga nila 1-3 Rp 40/ekor dan 5-7 Rp 80/ekor dengan kepadatan 100 ekor/m2 dengan pakan hanya pupuk sebagai pakan alami dan sedikit pellet buatan, maka perhitungannya adalah Rp 8.000.000 dikurangi Rp 4.000.000 = Rp. 4.000.000 (perkiraan keuntungan bersih), siapa yang mau?” Kalimat dan logika PPB yang sangat sederhana itulah yang membuat mereka tergugah untuk bekerja keras yang pada akhirnya mereka merasakan apa itu yang namanya berkarya di desa sendiri, membangun desa sendiri, membuka lapangan kerja bagi para pemuda dan pada akhirnya tercapai kesejahteraan hidup yang layak.
Semua tujuan itu tercapai hanya dalam waktu 1 tahun, kini mereka dapat menghidupi keluarga mereka dengan layak baik dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier. Hingga saat ini 3 tahun kemudian, kelompok mereka telah menjadi pemasok benih dan ikan nila konsumsi di wilayah DIY dan sekitarnya. Mereka sangat merasakan manfaat besar dari sebuah penyuluhan, penyuluhan bagi mereka pribadi adalah sebagai titik tolak mereka dalam memperbaiki ekonomi demi kesejahteraan bersama.
Pengalaman singkat inilah yang pernah dirasakan oleh PPB betapa bermanfaatnya seorang Penyuluh Perikanan beserta segala kegiatan penyuluhannya di lapangan untuk perkembangan kelompok yang lebih baik dan professional di bidang perikanan.

Terimakasih
dan
Salam PPB Indonesia.
EmoticonEmoticon