Kesan pertama yang
terlihat pada suatu kelompok pelaku utama perikanan yang baik adalah
pengelolaan administrasi yang baik, sehingga kemampuan melaksanakan
administrasi dengan baik perlu dibina terus sampai mereka terbiasa
melakukannya.
Dalam hal ini, Penyuluh
Perikanan Bantu (PPB) Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, Patrialis
Akbari, S.Pi (PPB 2016) menerapkan Buku Administrasi kepada Kelompok Budidaya
Ikan (Pokdakan) diwilayah kerja.
Tujuan dari buku
administrasi kelompok adalah untuk dapat mengetahui keberadaan kelompok dan
tingkat maju mundurnya kelompok, sehingga dokumentasi kelompok yang berupa
pembukuan atau administrasi kelompok perlu disusun supaya tujuan kelompok dapat
tercapai.
Pembuatan buku
administrasi kelompok berdasarkan panduan yang didapatkan Penyuluh Perikanan
Bantu (PBB) ketika mengikuti Pembekalan beberapa bulan yang lalu, kemudian
hasil pembekalan tersebut langsung diterapkan dilapangan. Beberapa buku yang
harus dibuat oleh suatu kelompok adalah (1) Buku Data Anggota (2) Buku Rencana
Kegiatan (3) Buku Inventaris Barang (4) Buku Notulen (5) Buku Kehadiran Peserta
Rapat (6) Buku Agenda Surat (7) Buku Kas (8) Buku Kegiatan Usaha (9) Buku Tamu
(10) Buku Pola Tebar.
Penerapan buku
administrasi sangatlah penting buat kelompok pelaku utama perikanan, karena
buku administrasi kelompok ini juga merupakan salah satu penilaian dalam
kenaikan kelas suatu kelompok. Dengan adanya buku administrasi kelompok ini,
para pelaku utama perikanan merasa senang karena mendapat pengetahuan baru
tentang adminstrasi yang baik dalam suatu usaha, seperti yang diungkapkan oleh
salah satu ketua Pokdakan Nila Utama Pak Syam “Dengan adanya buku adminstrasi
kelompok ini, kami mengetahui sejauh mana perkembangan usaha budidaya kelompok
kami, dapat mengetahui kondisi keuangan kelompok kami, dapat mengetahui
dokumentasi perjalanan usaha kami dan dengan adanya buku adminstrasi ini usaha
budidaya kami kedepannya diharapkan dapat berkembang lebih baik lagi”.

Terimakasih
dan
Salam PPB Indonesia.
EmoticonEmoticon