Sabtu, 13 Agustus 2016

Nadia Natasha PPB Kabupaten Bekasi Dampingi Para Istri Nelayan di Desa Segaramakmur Kecamatan Tarumajaya Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan

Tags

Seperti yang kita ketahui, bahwa kehidupan nelayan tergantung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya. Selain itu kehidupan nelayan juga dihadapkan dengan berbagai macam masalah salah satunya adalah kualitas sumberdaya masyarakat yang rendah sebagai akibat keterbatasan aspek pengetahuan. Pendapatan kehidupan nelayan hanya mengandalkan hasil tangkapan yang didapat oleh suami (nelayan). Hasil tangkapan yang didapat langsung dijual tanpa dilakukan proses lebih lanjut, seperti proses pengolahan.Untuk itu diperlukan penyuluhan dan pelatihan kepada para istri nelayan agar memiliki pengetahuan, sehingga dapat membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan proses lebih lanjut dari hasil tangkapan yang didapat.
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan. Fungsi penyuluhan meliputi : memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha; mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi dan sumberdaya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya; meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha; membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuhkembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan; membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha; menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian lingkungan; dan melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang maju dan modern bagi pelaku utama secara berkelanjutan.
Pelatihan pengolahan hasil perikanan bertempat di Kantor Desa Segaramakmur dan dihadiri oleh Kepala Seksi Perikanan Budidaya Air Tawar Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Tarumajaya, Kepala Desa Segaramakmur, perwakilan pengurus Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama (FKKUB), penyuluh perikanan bantu Kabupaten Bekasi dan para istri nelayan yang merupakan peserta pelatihan pengolahan hasil perikanan. Tujuan dari pelatihan ini adalah dalam rangka merubah pengetahuan, keterampilan dan perilaku para istri nelayan, dari yang tidak mau menjadi mau, tidak mampu menjadi mampu dan tidak tahu menjadi tahu.
Bahan baku yang digunakan adalah ikan keropak (ikan yang memiliki nilai jual rendah). Ikan ini sengaja dimanfaatkan agar memliki nilai lebih saat dijadikan produk olahan. Ikan keropak sekilas mirip ikan patin, memiliki warna abu-abu terang dan tidak bersisik. Ikan ini memiliki permukaan tubuh yang licin, sehingga cukup menyulitkan saat dilakukan proses penanganan dan pembersihan. Produk olahan yang dihasilkan dari pelatihan ini adalah abon, nugget dan sosis.
Pelatihan pengolahan hasil perikanan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat pada para istri nelayan, agar mereka mau, mampu dan tahu dalam melakukan pengolahan hasil perikanan, sehingga berdampak pada kesejahteraan dan perekonomian yang meningkat.
Penulis mulai menjadi Penyuluh Perikanan Bantu pada bulan September 2014. Dari awal menjadi penyuluh perikanan bantu sampai sekarang, penulis menangani program pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang sekarang berubah nama menjadi program penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan. Sasaran penyuluhan, yaitu kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) yang ada di wilayah pesisir (Kecamatan Muaragembong, Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Babelan). Kelompok pengolah dan pemasar yang ada di wilayah pesisir pada saat penulis masuk berjumlah 21 kelompok. Dari 21 kelompok, 7 diantaranya sudah tidak aktif, hal ini dikarenakan mereka membentuk kelompok untuk mengajukan proposal bantuan, setelah bantuan didapat maka kelompok tersebut bubar. Pada tahun 2016 penulis menumbuhkan 5 poklahsar. Total poklahsar yang ada diwilayah pesisir pada tahun ini berjumlah 19 poklahsar.


Terimakasih
dan
Salam PPB Indonesia.
EmoticonEmoticon