Rike Lurin Handayani lahir di Malang pada tanggal 20 Juli 1983, anak pertama dari 2 bersaudara, dari pasangan Bapak Triyono dan Ibu Sunarsih. Penulis merupakan alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, yang sejak tahun 2008 hingga sekarang masih aktif menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Kabupaten Blitar mempunyai potensi perikanan cukup bagus yang meliputi budidaya ikan air tawar serti pembesaran dan pembenihan ikan gurami, ikan lele dan ikan nila, budidaya ikan hias seperti koi, cupang dan ikan hias aquarium, potensi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta potensi kelautan yang cukup baik. Di tahun 2007 pelaku usaha perikanan di Kabupaten Blitar yang tersebar di 22 kecamatan, belum bisa mendapatakan pembinaan dan penyuluhan secara maksimal, hal ini dikarenakan belum adanya Penyuluh Perikanan PNS dan keterbatasan jumlah SDM di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar.
Dengan adanya PPTK (sebutan PPB pada tahun 2008) sangat membantu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam membina pelaku usaha perikanan. Pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan berupa cara pembentukan kelompok, kelengkapan administrasi kelompok, memberikan penyuluhan di bidang teknis budidaya, penyakit pada ikan, pemasaran ikan serta akses permodalan. Pada tahun 2011 jumlah PPB di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar oleh Pusat Penyuluhan KP di tambah 4 orang sehingga jumlahnya menjadi 5 orang, yaitu 3 orang menangani bidang budidaya, 1 orang menangani tangkap dan 1 orang menangani P2HP. Dari tahun (2011-2015) penulis melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada 26 pokdakan penerima PUMP dan PUMM yang tersebar di 10 kecamatan. Selama melakukan pembinaan dan penyuluhan penulis banyak mengalami kendala, diantaranya adalah karakter beberapa pelaku usaha yang sulit diajak untuk menghidupkan dan mengembangkan kelompok, ada beberapa masyarakat yang mau berkelompok tetapi hanya untuk mendapatkan bantuan. Penulis terus Berusaha untuk memotivasi dan memberi contoh nyata dengan melakukan usaha budidaya secara mandiri agar kelompok dan kegiatannya dapat berjalan dan berkembang baik.
Dari beberapa kelompok binaan penulis terdapat beberapa pokdakan unggulan di antaranya adalah Pokdakan Pandanarum Gurami, Pokdakan Al- barokah, Pokdakan Mina Sejahtera Karangsono, Pokdakan Unggul Jaya, Pokdakan Sumber Urip, Pokdakan Sumber Arum, Pokdakan Mina Sejahtera Lodoyo, Pokdakan Raharjo, Pokdakan Barokah Maju Lancar Banggle dan Pokdakan Mbudidoyo Ulam. Dari hasil pembinaan dan penyuluhan pokdakan tersebut mengalami peningkatan produksi dan pendapatan karena jumlah ikan yang mereka pelihara menjadi lebih banyak, ada juga Pokdakan yang menjadi mampu sebagai pembudidaya dan pemasar ikan lele ke luar Kabupaten Blitar dan luar Jawa Timur, serta beberapa pembudidaya mendapatkan kepercayaan dari bank untuk mengakses kredit program seperti KKPE dan KUR. Selain itu Pokdakan Mbudidoyo Ulam pernah mendapatakn penghargaan Adhibakti Mina Bahari pada tahun 2010 sebagai Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Tingkat nasional. Pokdakan Pandanarum Gurame adalah salah satu pokdakan yang anggotanya banyak melakukan usaha budidaya ikan gurami di kolam terpal, dengan lahan yang cukup luas dan hasil produksi yang kontinue. Pokdakan Pandanarum Gurami mempunyai ketua dan anggota yang kreatif dan mau diajak maju. Hal ini terbukti bahwa Pokdakan Pandanarum Gurame pernah mendapatkan penghargaan dari Bupati Kabupaten Blitar dan Gubernur Jawa Timur dalam bidang Lomba Kelompok Perikanan Budidaya se-Kabupaten Blitar Juara I Lomba Kelompok Pembudidaya Ikan Gurami Tingkat Jawa Timur pada tahun 2013, serta Piagam Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara sebagai Peringkat I Pemangku Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2015.
Pada tahun 2016 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar sudah mempunyai 1 orang Penyuluh Perikanan PNS dan PPB sudah di beri wilayah binaan yaitu 6 kecamatan untuk 1 orang PPB. Pada awal tahun 2016 hingga bulan Juni penulis telah melakukan penumbuhan dan pengembangan kelompok sebanyak 21 kelompok. Beberapa bentuk pembinaan dan penyuluhan yang dilakukan oleh PPB diantaranya adalah:
- Melakukan penyuluhan teknis di bidang budidaya ikan, salah satunya adalah Teknis budidaya Ikan Gurami di Kolam Terpal. Budidaya ikan gurami di kolam terpal sangat mudah dan murah serta hasilnya cukup memuaskan. Penulis selain menyuluh juga melakukan usaha budidaya ikan gurami sendiri mulai tahun 2010 hingga sekarang yang berkembang menjadi 7 petak dengan kapasitas 8000 ekor ikan dan mampu berproduksi sebanyak 4 ton/tahun.
- Memfasilitasi dan membantu pembudidaya dalam menyeleseikan permasalahan usaha yang dihadapi seperti keluhan para pelaku usaha pembenihan dan pembesaran ikan lele. Mereka sering mengalami kerugian akibat dari telur ikan yang busuk dan tidak menetas, benih ikan yang mati karena penyakit serta kualitas induk yang kurang baik. Dari berbagai masalah yang muncul dilapangan penulis terus berusaha memotivasi dan mencarikan solusi agar usaha budidaya mereka tidak terus menerus mengalami kendala, yaitu dengan memfasilitasi dan mendapatkan induk ikan lele unggul seperti induk ikan lele jenis mutiara yang di buat oleh Balai Pemuliaan Induk Sukamandi. PPB berharap, para pelaku usaha pembenihan mampu menghasilkan benih ikan lele yang berkualitas baik sehingga usaha pembesaran tidak mengalami masalah.
- Mensosialisasikan dan memfasilitasi pembudidaya untuk mempunyai serifikat CBIB (Cara Budidaya ikan yang Baik) dan CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) untuk usaha budidaya mereka. Beberapa perusahaan pengolahan hasil perikanan mulai banyak mengajak pembudidaya ikan untuk bekerjasama dalam hal pemasaran, tetapi syarat utamanya yaitu pembudidaya tersebut mempunyai sertifikat CBIB dan CPIB, sehingga PPB terus berupaya agar pembudidaya binaanya bisa mendapatkan sertifikat CBIB dan CPIB dengan nilai yang memuaskan dan menerapkan CBIB dan CPIB di usahanya.
Dari beberapa fakta diatas dapat diketahui bahwa peran Penyuluh Perikanan bagi Pelaku Usaha Perikanan sangat di butuhkan. Kedatangan mereka selalu di tunggu-tunggu oleh pelaku usaha perikanan, karena penyuluh merupakan fasilitator dan motivator bagi kelancaran usaha mereka.
Rike Lurin Handayani, S.Pi
PPB Kabupaten Blitar Provinsi Jatim

Terimakasih
dan
Salam PPB Indonesia.
EmoticonEmoticon