Dalam rangka meningkatkan angka konsumsi ikan di Kota Serang, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang, Bidang Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Bapak Eri Hatinlahiry, S.Pi, MT, M.Sc, Seksi Bina Usaha yang dipimpin oleh Bapak Rakhmat Budiono, S.Hut bersama Penyuluh Perikanan Bantu melaksanakan Kegiatan “Sosialisasi Gemar Makan Ikan” Kegiatan Kajian Sistem Penyuluhan Perikanan Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan yang berlokasi di SDN. Limpar Lingk. Limpar Kelurahan Curug Kecamatan Curug Kota Serang Provinsi Banten dengan sumber dana APBD TA. 2016.
Naiknya angka konsumsi ikan merupakan buah dari kampanye yang sudah digaungkan Pemerintah sejak tahun 2004. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran anak-anak sekolah dasar di Kota Serang dengan metode “SAFARI GEMARIKAN” ke setiap Kecamatan, tujuannyauntuk mensosialisasikan sejak dini kepada anak bangsa agar terbiasa mengkonsumsi ikan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak-dampak postif yang didapat apabila mengkonsumsi ikan.
Adapun manfaat mengkonsumsi ikan diantaranya Otak menjadi cerdas, mencegah tubuh dari segala macam penyakit (Jantung,kanker dll), mencegah mata dari kebutaan saat sudah tua, mencegah kulit agar tidak keriput. Adapun kandungan gizi pada ikan yaitu Omega 3, vitamin,A,D, Thiamin, rhiboflavin, Niacin, mineral, lemak tak jenuh. Ikan mengandung 18 % protein terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 % lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah. Ikan merupakan bahan pangan sehat yang bergizi tinggi (high protein and healthy food) yang mampu mengisi kebutuhan gizi anak selama golden period atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Mensosialisasikan gemar makan ikan merupakan bagian dari tanggung jawab penyuluh perikanan sebagai obor yang berperan untuk membantu mencerdaskan anak bangsa, selain itu agar angka konsumsi ikan per kapita di Kota Serang khususnya meningkat. Penyuluh perikanan bantu juga perlu mensosialisasikan bahwa ikan merupakan kekayaan alam dimana di Indonesia sendiri memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangat tinggi dan di Kota Serang merupakan kawasan Minapolitan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh ikan.
Sejauh ini, pemenuhan kebutuhan protein orang Indonesia sering terpaku pada sumber hewani di darat seperti daging ayam, telur dan sapi. Padahal, potensi ikan Indonesia sangat melimpah dan harganya lebih murah serta memiliki kandungan gizi yang lebih baik untuk otak. Sebagian besar anak tidak suka mengkonsumsi ikan karena durinya, sehingga menjadi tugas penyuluh dengan disiplin ilmu yang dimiliki untuk mengenalkan produk diversifikasi dan inovasi kepada masyarakat seperti nuget, sosis, kaki naga, otak-otak, ekado dan lain-lain dengan bahan baku ikan. Pengenalan tersebut dilakukan dengan metode pelatihan mengolah produk hasil perikanan kepada masyarakat. Semua rangkaian kegiatan kajian sistem penyuluhan tidak terlebas dari dukungan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang Seksi Bina Usaha dengan melibatkan penyuluh perikanan bantu dalam upaya peningkatan pembangunan kelautan dan perikanan di Kota Serang.
Tri Rizki Legina, A.Md
PPB Kota Serang

Terimakasih
dan
Salam PPB Indonesia.
EmoticonEmoticon