Sabtu, 20 Agustus 2016

PPB Kota Serang Ikut Mendorong Naiknya Angka Konsumsi Ikan

Tags
Dalam rangka meningkatkan angka konsumsi ikan di Kota Serang, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang, Bidang Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Bapak Eri Hatinlahiry, S.Pi, MT, M.Sc, Seksi Bina Usaha yang dipimpin oleh Bapak Rakhmat Budiono, S.Hut bersama Penyuluh Perikanan Bantu melaksanakan Kegiatan “Sosialisasi Gemar Makan Ikan” Kegiatan Kajian Sistem Penyuluhan Perikanan Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan yang berlokasi di SDN. Limpar Lingk. Limpar Kelurahan Curug Kecamatan Curug Kota Serang Provinsi Banten dengan sumber dana APBD TA. 2016.
Naiknya angka konsumsi ikan merupakan buah dari kampanye yang sudah digaungkan Pemerintah sejak tahun 2004. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran anak-anak sekolah dasar di Kota Serang dengan metode “SAFARI GEMARIKAN” ke setiap Kecamatan, tujuannyauntuk mensosialisasikan sejak dini kepada anak bangsa agar terbiasa mengkonsumsi ikan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak-dampak postif yang didapat apabila mengkonsumsi ikan.

Pembinaan Mutu Produk Olahan Hasil Perikanan Dan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan

Tags
Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu olahan hasil perikanan pelaku usaha binaan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang, Bidang Kelautan dan Perikanan bersama Penyuluh Perikanan Bantu melaksanakan kegiatan Pembinaan Mutu Produk Olahan Hasil Perikanan dengan sumber dana APBD TA. 2016 di POKLAHSAR Anugrah Bersama.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kelautan Perikanan dan Kepala Seksi Bina Usaha. Produk yang dikembangkan oleh POKLAHSAR Anugrah Bersama yaitu siomay ikan yang berbahan baku ikan kuniran. POKLAHSAR Anugrah Bersama  berlokasi di Kelurahan Mesjid Priyayi Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten dimana Kecamatan tersebut merupakan wilayah Minapolitan. 

Peran Vital PPB di Tengah Kekosongan Tenaga Penyuluh PNS Di Mamuju Tengah

Tags
Penyuluh Perikanan Bantu (PBB) yang direkrut oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMPKP) di awal tahun  2016 ini bernama  lengkap Farida, S.Pi, lahir pada tanggal 2 Mei 24 tahun lalu (1992) di polewali mandar provinsi sulawesi barat. menyelesaikan studi di universitas Tadulako Palu-sulawesi tengah pada akhir tahun 2015 dengan mengambil jurusan Budidaya Perikanan. Sangat tertarik degan budidaya air payau sehingga pada saat tugas akhir memilih udang vaname (Pennaeus vannamei)  sebagai bahan penelitian dan skripsi.
Bertugas di kabupaten mamuju tengah yang merupakan kabupaten termuda di Sulawesi Barat dengan panjang garis pantai 85,33 Km yang memungkinkan kabupaten ini memiliki potensi di bidang perikanan. Baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. umur kabupaten mamuju tengah yang baru 3 tahun menyebakan masih kurangnya kelembagaan penyuluh perikanan. Sehingga peran penyuluh perikanan diisi oleh penyuluh pertanian yang merangkap sebagai penyuluh perikaan (polivalen). Sehingga profesi penyuluh perikanan hanya dianggap sebagai profesi yang tidak memiliki paham atau dasar perikanan khususnya perikanan budidaya.

Kamis, 18 Agustus 2016

PPB Kabupaten Blitar Selain Aktif Melakukan Pembinaan dan Penyuluhan Juga Praktek Usaha Budidaya Ikan

Tags
Rike Lurin Handayani lahir di Malang pada tanggal 20 Juli 1983, anak pertama dari 2 bersaudara, dari pasangan Bapak Triyono dan Ibu Sunarsih. Penulis merupakan alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, yang sejak tahun 2008 hingga sekarang masih aktif menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar.  Kabupaten Blitar mempunyai potensi perikanan cukup bagus yang meliputi budidaya ikan air tawar serti pembesaran dan pembenihan ikan gurami,  ikan lele dan ikan nila, budidaya ikan hias seperti koi, cupang dan ikan hias aquarium, potensi  pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta potensi kelautan yang cukup baik. Di tahun 2007 pelaku usaha perikanan di Kabupaten Blitar yang tersebar di 22 kecamatan, belum bisa mendapatakan pembinaan dan penyuluhan secara maksimal, hal ini dikarenakan belum adanya Penyuluh Perikanan PNS dan keterbatasan jumlah SDM di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar.

PPB Cirebon Motivasi Poklahsar Bandeng Mekar

Tags
Cirebon Merupakan salah satu kabupaten di wilayah pantura jawa barat, wilayah paling timur yang berbatasan langsung dengan Jawa tengah yaitu Kecamantan Losari. Kecamatan Losari merupakan salah satu sentra tambak air payau di wilayah kabupaten Cirebon yang memiliki komoditas bandeng dan udang yang dikelola dengan cara tradisional maupun semi intensif, dengan luas lahan tambak 7.500 Ha.   
Tepatnya di Desa Kalisari Kecamatan Losari, telah dikenal olahan tradisionalnya yaitu “Bandeng Gepuk”, menu masakan tersebut sudah dikenal oleh masyarakat sekitar dan sering dihidangkan pada acara-acara yang terdapat santapan makanannya. 
Ada sebuah keluarga yang selalu memiliki kemauan untuk melakukan kegiatan usaha agar mendapatkan pendapatan lebih, dari mulai melakukan usaha jamur tiram, berdagang kueh kering dan usaha-usaha lainnya yang dilakukan untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sampailah seorang ibu rumah tangga ini memiliki gagasan untuk mengembangkan olahan /masakan yang sebenarnya merupakan resep umum bagi warga masyarakat di sekitar Losari tersebut, Yakni “Bandeng Gepuk” 

Dua Orang PPB Dampingi 77 Poklahsar Di Polewali Mandar

Tags
Kabupaten Polewali Mandar juga merupakan daerah yang berada di kawasan maritim. Dengan garis pantai sepanjang kurang-lebih 89,07 kilometer dan dengan luas perairan 86.921 km2, masyarakat pesisir Polewali Mandar telah menciptakan kebudayaan bahari yang sangat khas. Salah satu upaya pemanfaatan perairan Mandar adalah aktifitas para nelayan dalam menangkap ikan atau membudidayakan potensi laut lainnya serta pengolahan hasil perikanan. 
Selain hasil tangkapan nelayan tradisional mandar (ikan tuna, cakalang, tongkol), ikan juga dibudidayakan dengan sistem pertambakan (bandeng dan udang). Dengan demikian, potensi perikanan Kabupaten Polewali Mandar (laut maupun tambak) sangat besar. Data dari dinas terkait di Polewali Mandar menunjukkan bahwa produksi perikanan Kabupaten Polman pada tahun 2007 tercatat 27.278,70 ton, yang terdiri dari 23.770,10 ton produksi perikanan laut dan 3.508,60 ton perikanan darat. Produksi perikanan ini mengalami peningkatan sebesar 1,05 persen dibanding tahun 2006. Jumlah perahu/kapal penangkap ikan secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2.425 unit menjadi 2.160 unit. Yaitu masing-masing perahu/kapal penangkap ikan tak bermotor berkurang 250 unit, motor tempel berkurang 33 unit dan hanya kapal motor yang bertambah 18 unit, sehingga secara keseluruhan berkurang 265 unit. (BPS; 2008) 

Ansar, PPB Mamuju Tengah Menjembatani Kepentingan Pokdakan Kepada DKP

Tags
ANSAR,S.Pi, lahir di bone pada tahun 1992 anak pertama dari pasangan Bapak Amiruddin dan Ibu Hasira, kemudian pada tahun 1998 memasuki jenjang pendidikan dasar di SD Inpres Jengeng kecamatan tikke raya kabupaten mamuju utara provisi sulawesi barat, kemudian selesai tahun 2004 dan melnjutkan ke SMP Negri 1Rio Pakava yang ada di kabupaten Donggala Sul Teng, selesai tahun 2007 kemudian melanjutkan kejenjeng berikutnya yaitu pada SMK Negeri 1 Banawa Dikabupaten Donggala Sul Teng pada jurusan NPL (Nautika perikanan Laut) selesai pada tahun 2010 dan melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi yaitu pada Universitas AL Khairaat Palu Sul Teng denan mengambil Fakultas perikana  pada jurusan Agrobisnis Perikanan, dan selesai pada tahun 2015. 
Pertama tama terimakasih yang sebesar besar nya uutuk Kementerian Kelautan Periknan Republik indonesia, BPSDM-KP, rasa syukur serta suatu kebanggan bisa bergabung menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB)yaitu pada program pendampingan budidaya perikanan. berpegangan tangan dengan teman insan perikanan lainya ini merupakan wadah bagi kami untuk berkontribusi nyata dan berperan langsung untuk meningkatkan kesejateraan kelompok kelompok perikanan, menjadi ujung tombak walau sebagian orang mencibir bahwa kami sudah tidak tajam lagi tapi kami bekerja nyata di lapangan. 

Keberhasilan PPB Kota Serang Dampingi KUB Penerima Adhibakti Mina Bahari

Tags
Pada saat ditetapkannya Kota Serang sebagai Kawasan Minapolitan dengan sentra di Karangantu Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen, sektor perikanan menginduk pada Dinas Pertanian Kota Serang dan belum memiliki Penyuluh Perikanan baik PNS maupun Kontrak. PPB merupakan putra daerah yang menempuh jenjang pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Pasar Minggu dengan disiplin ilmu Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan Program Studi Mesin Perikanan dan lulus pada tahun 2011 dengan gelar Encep Hendri, S.ST.Pi. Pada tahun yang sama,  BPSDM KP membuka perekrutan Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) untuk pendampingan Program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sebagai fresh graduatePPBmengajukan lamaran untuk pengalaman kerja di bidang perikanan.Dengan SK pertama Nomor : SK. 013/BPSDM KP.04/KP.350/VIII/2011 PPB diterima sebagai pendamping KUR dengan masa kerja 1 September 2011 – 31 Desember 2011. PPB berupaya melakukan pendekatan kepada nelayan sekitar Karangantu untuk membantu akses pembiayaan melalui Bank BNI yang pada saat itu bermitra dengan BPSDM KP untuk Program KUR dengan tujuan agar pelaku usaha dapat mengembangan usahanya. Namun dengan karakter yang dimiliki masyarakat, PPB sama sekali tidak mendapatkan progress pada program tersebut sampai berakhirnya masa kerja.

PPB Kota Pangkalpinang Dampingi UPI mengikuti Lomba Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2016

Tags
Produk perikanan termasuk produk yang memiliki sifat sangat mudah rusak/busuk. Tubuh ikan mempunyai kadar air yang tinggi sehingga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri pembusuk maupun organisme lain. Setelah ikan mati, berbagai proses perubahan fisik, kimia, dan organoleptik berlangsung dengan cepat karena adanya aktivitas enzim, mikroorganisme atau oksidasi oksigen. Penanganan dilakukan dalam rangka menghambat proses penguraian jaringan tubuh (pembusukan) sehingga ikan dapat disimpan selama mungkin dalam keadaan baik. Oleh karenanya begitu ikan yang tertangkap harus diangkat secepat mungkin ke atas kapal dan ditangani dengan baik serta hati-hati untuk kemudian disimpan di cold storage atau diolah bahkan langsung dimasak untuk dikonsumsi.
Penanganan ikan segar merupakan salah satu bagian penting dari mata rantai industri perikanan. Penanganan ikan setelah penangkapan atau pemanenan memegang peranan penting untuk mendapatkan nilai jual ikan yang maksimal serta memperoleh tingkat kesegaran yang akan mempengaruhi proses pemanfaatan selanjutnya yang akan menghasilkan mutu produk olahan ikan.

Kiprah PPB Menggerakkan Eksistensi UPP Budidaya Pedesaan di Kab. Magetan

Tags
Berlatar belakang kurangnya informasi dan perkembangan mengenai bidang perikanan di Kabupaten Magetan khususnya budidaya ikan serta belum adanya wadah yang mampu menampung dan memfasilitasi seluruh kegiatan  pembudidaya ikan di Kab. Magetan maka mulailah terbentuk kelembagaan perikanan budidaya atau pokdakan di wilayah wilayah Kabupaten Magetan yang diinisiasi oleh penyuluh bersama dengan Dinas.
Dengan terbentuknya Pokdakan berbarengan juga diluncuran program pemerintah Unit Pelayanan Pengembangan Budidaya Pedesaan (UPP BUPEDES) yaitu “Dana Penguatan Modal (DPM) untuk budidaya lele” tahun 2006. Oleh karena itu Pokdakan yang sudah ada kemudidan bergabung dalam kelembaggan yang ada di Kabupaten dengan nama : UPP BUPEDES Kabupaten Magetan yang mendapat pengukuhan dari pemerintah melalui Bupati Kabupaten Magetan dengan nomor : 188/223/ Kept. /403.012/2006 tanggal 3 Agustus 2006.

PPB Kota Serang Suluh Poklahsar Hingga Aset Mencapai Rp. 2,038,890,000

Tags
Banten merupakan Provinsi yang kaya akan potensi kelautan dan perikanan, dengan ibu kota Kota Serang.  Salah satu potensi perikanan di Kota Serang yaitu Ikan Bandeng, oleh sebab itu Ikan Bandeng dijadikan sebagai icon Kota Serang. Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang dalam Bidang Kelautan dan Perikanan bersama dengan Penyuluh Perikanan Bantu ( Margaretta Ratih Manjari, S.Pi) concern terhadap kemajuan nelayan, pembudidaya, dan pengolah pemasar di Kota Serang. Poklahsar Bilvie merupakan salah satu Poklahsar unggulan yang dimiliki oleh Kota Serang. Poklahsar Bilvie mempunyai visi dan misi. Visinya yaitu memberikan jaminan mutu dan keamanan produk yang baik. Misi Poklahsar Bilvie yaitu menggunakan bahan baku yang aman dan berkualitas sesuai dengan standar kelayakan produksi, menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) yang sesuai dengan alur  serta mengenalkan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

Bektia Afrinasari, S.Pi PPB Kabupaten Ogan Ilir Mendampingi Pokdakan Penerima Paket Bantuan Gerpari

Tags
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya untuk mewujudkan kemandirian para pembudidaya ikan khususnya dalam penyediaan pakan ikan. Dimana tidak dapatdipungkiri lagi bahwa biaya pengeluaran terbesar dalam suatu usaha budidaya ikan adalah biaya belanja pakan. Oleh karena itu, KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) telah menggagas program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI). GERPARI menjadi salah satu program utama dan prioritas DJPB untuk menuju kedaulatan dan kemandirian bagi pembudidaya ikan.
Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) akan mendorong pembudidaya untuk tidak lagi tergantung dari bahan baku pakan impor. Sumberdaya alam negeri kita sangat besar dan banyak, tentu dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bahan baku pakan impor tersebut, demikian ungkapan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto seperti dikutip kkp.go.id. Lebih lanjut di tegaskan bahwa “ adanya produksi perikanan budidaya secara global yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, menuntut adanya kondisi yang akan menimbulkan kebutuhan bahan baku pakan dalam jumlah yang besar”.

PPB Menumbuhkan dan Mengembangkan Pokdakan Ikan Lele Di Kabupaten Magetan

Tags
Nia Kurniasari dilahirkan di Magetan pada tanggal 10 Januari 1983, anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Bapak Suwito dan Ibu Indah Susilaningsih. Mengambil studi di Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya dengan program studi Sosial Ekonomi Perikanan lulus tahun 2005 dan mendapatkan gelar Sarjana Perikanan. Keahlian yang dimiliki adalah di bidang penyuluhan di bidang perikanan budidaya. Mulai berkarir selaku tenaga pendamping Program Dana Penguatan Modal di Kabupaten Magetan pada bulan April tahun 2007 dan selanjutnya menjadi Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak mulai tahun 2008 hingga saat ini sebagai Penyuluh Perikanan Bantu bidang Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditempatkan di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan. 

Isdora Salman Parisi, PPB Kota Pangkalpinang Mendampingi KUB Kerisi Jaya di Final Gempita Tahun 2013

Tags
Gerakan Nasional Masyarakat Peduli Industrialisasi Perikanan (GEMPITA) merupakan bagian upaya untuk mewujudkan masyarakat yang menyadari akan arti penting Industrialisasi Kelautan dan Perikanan berbasis Blue Economy. Oleh karena itu, memilih langkah yang dapat diwujudkan sebagai upaya mendorong keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hayati kelautan dan perikanan menjadi hal yang penting dan mendesak. Satu diantara berbagai langkah yang dapat dipilih adalah mengedepankan keberhasilan pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Gempita diharapkan dapat dijadikan role model dan pada giliran berikutnya dapat didorong dalam bentuk suatu gerakan berskala nasional yang memberi semangat entrepreneur  secara masif. 
Tujuan dilaksanakannya GEMPITA adalah : 
  1. Memberikan apresiasi kepada kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan atas peran sertanya dalam upaya mengembangkan kelompok dan usaha perikanan yang telah menjadi contoh bagi kelompok usaha perikanan lainnya, dalam hal kesamaan pengertian, kesamaan gerak, dan kesamaan bahasa pada kondisi dan tempat yang berbeda;

Senin, 15 Agustus 2016

PPB Kota Serang Memberikan Penyuluhan Inovasi Produk Kepada Poklahsar

Tags
Banten merupakan Provinsi yang kaya akan potensi kelautan dan perikanan, dengan ibu kota Kota Serang.  Salah satu potensi perikanan di Kota Serang yaitu Ikan Bandeng, oleh sebab itu Ikan Bandeng dijadikan sebagai icon Kota Serang. Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang dalam Bidang Kelautan dan Perikanan bersama dengan Penyuluh Perikanan Bantu ( Margaretta Ratih Manjari, S.Pi) concern terhadap kemajuan nelayan, pembudidaya, dan pengolah pemasar di Kota Serang. Poklahsar Bilvie merupakan salah satu Poklahsar unggulan yang dimiliki oleh Kota Serang. Poklahsar Bilvie mempunyai visi dan misi. Visinya yaitu memberikan jaminan mutu dan keamanan produk yang baik. Misi Poklahsar Bilvie yaitu menggunakan bahan baku yang aman dan berkualitas sesuai dengan standar kelayakan produksi, menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) yang sesuai dengan alur  serta mengenalkan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

Peran PPB Dalam Penyadaran Masyarakat Akan Pentingnya Kelestarian Sumber Daya Ikan Dan Lingkungan Di Kabupaten Pacitan

Tags
Awal karir menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Kabupaten Pacitan yaitu pada bulan Oktober – Desember 2015 sampai sekarang tahun 2016 di bidang budidaya. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan mengeluarkan SK wilayah kerja yang berlokasi di Kecamatan Nawangan. Kelompok di Kecamatan Nawangan ada 10 kelompok pembudidaya perikanan. Tugas pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi dan pendekatan individual maupun massal. Dari hasil identifikasi dan musyawarah bersama di kelompok Mina Giri Tirto di Desa Tokawi, yaitu kami sepakat untuk memasang papan/banner pemberitahuan Larangan Penangkapan Ikan di sungai, waduk, dan laut menggunakan alat setrum, bom, maupun bahan kimia seperti putas. Sebelum pemasangan banner tersebut anggota kelompok sudah diberikan materi tentang tidak diperbolehkannya kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat/bahan yang dilarang sesuai UU. Anggota kelompok berantusias, sehingga timbul rasa minat dan mau untuk membagi informasi ataupun wawasan baru yang didapat mengenai larangan alat tangkap yang digunakan dengan semestinya terhadap masyarakat sekitarnya.

Sabtu, 13 Agustus 2016

PPB Kota Palu Beri Motivasi Kepada Masyarakat Pembudidaya Ikan

Tags
Budidaya ikan saat ini merupakan peluang usaha yang dapat dilakukan oleh semua kalangan karena ikan mengandung zat yang baik bagi tubuh. Akan tetapi berdasarkan hasil identifikasi dilapangan yang dilakukan pada wilayah kerja, masyarakat kota palu khususnya wilayah kerja memiliki minat untuk menjadi/membentuk kelompok budidaya tapi keterbatasan modal, sarana prasarana, serta kurangnya keterampilan yang menghambat keinginan tersebut. Sehingga dibutuhkan pendampingan dan motivasi dari tenaga pendamping. 
Berdasarkan wilayah kerja, pembudidaya perorangan maupun kelompok yang ditemui masih sangat tertinggal karena kurangnya modal, dan sarana prasarana yang memadai, mahalnya harga pakan, serta sulitnya air dikarenakan musim kemarau yang terjadi beberapa bulan lalu di Kota Palu, sehingga pembudidaya mengalami kesulitan dalam proses pemeliharaan sedangkan wilayah Kel. Pantoloan mengalami kendala dalam pemasaran budidaya ikan lele. 

Peran PPB Dalam Pendampingan Terhadap Nelayan Karangantu Kecamatan Kasemen Kota Serang Guna Mendukung Program KKP dalam Mensejahterakan Masyarakat Pesisir.

Tags
Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.32/MEN/2010 Tentang Penetapan Kawasan Minapolitan yang pada saat itu Menteri Kelautan dan Perikanan yang menjabat adalah Bapak Fadel Muhamad menerangkan bahwa Kota Serang termasuk ke dalam Kawasan Minapolitan tersebut dengan Sentra di Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen. Program Minapolitan ini pada prinsipnya suatu program kegiatan yang berupaya untuk mensinergiskan produksi bahan baku, pengolahan dan pemasaran dalam suatu rangkaian kegiatan besar dalam satu kawasan atau wilayah dengan harapan melalui konsep Minapolitan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat berkembang lebih cepat.
Potensi perikanan di Kota Serang untuk bidang perikanan tangkap, berada di wilayah Kecamatan Kasemen yang terdiri dari Kelurahan Banten, Kelurahan Margaluyu dan Kelurahan Sawah Luhur. Di wilayah tersebut sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan baik nelayan di perairan laut maupun di perairan umum. Di Kelurahan Banten Kecamatan Kasemen tersebut terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dimana nelayan-nelayan melakukan kegiatan jual beli setiap harinya. Dengan adanya TPI tersebut, sangat membantu perekonomian masyarakat di sekitar dan membantu pemenuhan kebutuhan bahan baku para pengolah hasil perikanan untuk pembuatan produk inovasi olahan perikanan yang kemudian akan dipasarkan sehingga dapat menghasilkan pemasukan tambahan bagi para pengolah dan pemasar hasil perikanan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Peran PPB Kabupaten Ogan Ilir Dalam Kegiatan Sertifikasi Cara Pembenihan Ikan Yang Baik

Tags
“Produksi induk unggul dan benih bermutu dapat dilakukan melalui penerapan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) pada usaha pembenihan perikanan budidaya dan juga sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya”. Ungkapan itulah yang ditegaskan oleh Selamet Soebiakto, selaku Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP disela-sela Rapat Koordinasi Standardisasi dan Sertifikasi Perbenihan Nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta beberapa bulan Maret lalu. Dimana, pada tahun 2016 target jumlah Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang tersertifikasi CPIB adalah sebanyak 120 unit. Hal ini tentunya mengacu pada Kepmen KP Nomor KEP.02/MEN/2007, yaitu untuk menjamin penerapan Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dan benar, maka setiap unit pembenihan harus dilakukan sertifikasi. 

Peran PPB Dalam Percepatan Kartu Nelayan Dan Asuransi Nelayan Di Kota Serang

Tags
Dalam rangka mendukung salah satu Program Kementerian Kelautan dan Perikanan 2016, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap c.q Direktorat Kenelayanan yaitu akan melaksanakan Pemberian Bantuan Premi Asuransi Nelayan, Bantuan Kapal dan Bantuan Alat Penangkapan Ikan, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang melaksanakan kegiatan “Penyuluhan Hukum dalam Pendayagunaan Sumberdaya Laut, Premi Asuransi Nelayan dan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan” yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DPKP Kota Serang Drs. H. Hafidi ZA, MM, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Ir. Eri Hatin Lahiry, S.Pi, M.Si dan Kepala Seksi Sumberdaya Kelautan Drs. Mustari. Kegiatan ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Kota Serang Provinsi Banten yang dihadiri oleh pengurus koperasi dan pengurus KUB. 
Adapun materi yang disampaikan oleh beberapa nara sumber diantaranya mengenai kelembagaan berbadan hukum, syarat-syarat mendasar menjadi KUB dan Koperasi, mekanisme penyaluran bantuan dari pemerintah dan peran pemerintah memberikan perlindungan bagi nelayan yaitu dengan memberikan Premi Asuransi Nelayan. Pada kegiatan ini, Penyuluh Perikanan Bantu (Encep Hendri, S.ST.Pi) memberikan materi yang sangat mendasar bagi para nelayan yaitu “Peran Penyuluh Dalam Percepatan Kartu Nelayan dan Asuransi Nelayan”. Dimana PPB sekaligus operator aplikasi SIM PUPI, menyampaikan tentang jumlah nelayan yang sudah dan belum memiliki Identitas Kartu Nelayan, Jumlah KUB yang sudah dan yang teregistrasi, simulasi aplikasi SIM PUPI, kriteria nelayan calon penerima asuransi, serta tentang pentingnya memiliki kartu nelayan dan registrasi KUB di aplikasi SIM PUPI. 

Nadia Natasha PPB Kabupaten Bekasi Dampingi Para Istri Nelayan di Desa Segaramakmur Kecamatan Tarumajaya Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan

Tags
Seperti yang kita ketahui, bahwa kehidupan nelayan tergantung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budidaya. Selain itu kehidupan nelayan juga dihadapkan dengan berbagai macam masalah salah satunya adalah kualitas sumberdaya masyarakat yang rendah sebagai akibat keterbatasan aspek pengetahuan. Pendapatan kehidupan nelayan hanya mengandalkan hasil tangkapan yang didapat oleh suami (nelayan). Hasil tangkapan yang didapat langsung dijual tanpa dilakukan proses lebih lanjut, seperti proses pengolahan.Untuk itu diperlukan penyuluhan dan pelatihan kepada para istri nelayan agar memiliki pengetahuan, sehingga dapat membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan proses lebih lanjut dari hasil tangkapan yang didapat.

Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kelas Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Lestari Kota Samarinda

Tags
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran dekonsentrasi di Kota Samarinda Tahun 2016. Dana tersebut bertujuan (1) mendukung pelaksanaan kebijakan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat partisipatif, (2) meningkatkan sinergitas kapasitas kelembagaan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat KP, antara kelembagaan pemerintah dan kelembagaan pelaku utma/usaha perikanan, (3) meningkatkan daya saing dan profesionalisme tenaga penyuluh perikanan dalam penyelenggaraan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan; dan (4) meningkatkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan berbasis pada sistem informasi manajemen penyuluhan.

Diversifikasi Usaha Penangkapan Ikan Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Nelayan

Tags
Kemiskinan di kawasan pesisir, selalu menjadi permasalahan yang menuntut perhatian banyak pihak. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap fenomena kemiskinan masyarakat pesisir yang umumnya didominasi oleh masyarakat nelayan. Hasil dari pembangunan selama ini, belum dinikmati oleh masyarakat yang tinggal  dikawasan pesisir. Masyarakat diletakkan sebagai objek pembangunan dan bukan sebagai subjek pembangunan. Dengan demikian dibutuhkan perhatian dan keinginan yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya nelayan dan keluarganya sebagai pengelola sumberdaya hasil laut. 

PPB Menumbuhkan dan Mengembangkan Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan di Desa Sidomulyo Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan

Tags
Desa Sidomulyo berada di Wilayah Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur yang potensi perikanannya kurang,sehingga warga sidomulyo kurang mengenal dengan olahan produk dari perikanan. Kegiatan tersebut tentunya mampu memberikan sumber pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
Kelompok pengolahan ikan “TUNAS MAWAR” merupakan kelompok yang terbentuk di Desa Sidomulyo Kec.Sidorejo Kabupaten Magetan. Terbentuknya kelompok ini atas dasar inisiatif dari kelompok ibu-ibu ,dimana ada keinginan serta dorongan yang kuat dari para ibu untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat pada beberapa pelatihan pengolahan hasil perikanan menjadi wujud nyata dalam bentuk usaha yang dibingkai dalam kelompok wanita pengolah ikan. Atas dasar dorongan dan keinginan serta diinisiasi melalui proses pembinaan oleh Pusat Pengembangan Penyuluhan Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) maka akhirnya terlahir kelompok “ TUNAS MAWAR” yang anggotanya hanya 5 orang.

Kebersamaan PPB Bersama Pokdakan Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan

Tags
Berangkat dari keprihatinan dan kebingungan salah satu kelompok pembudidaya ikan desa krowe yang sering mengalami kegagalan dalam berbudidaya ikan, maka dengan inisisatif maka para pembudidaya mencari informasi ke dinas terkait. Bak gayung bersambut maka pada pertengahan bulan September tahun 2014 atas inisiatif pembudidaya dan penyuluh perikanan bantu melakukan pertemuan kelompok untuk mencari permasalahan dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. 
Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk dibentuknya kelompok pembudidaya ikan dengan nama kelompok budidaya ikan “Sendang Klampok” dengan anggota dan pengurus pada waktu itu berjumlah 5 orang pembudidaya dengan ketua bernama sdr. Edi Sutrisno. 
Namun dengan pembentukan kelompok pun kurang tanpa adanya legalitas. Atas masukan dari tenaga pendamping dalam hal ini penyuluh perikanan bantu maka kelompok budidaya ikan Sendang Klampok meminta pengukuhan kelompok ke Kepala Desa Krowe, dan kepala desa mendukung kegiatan tersebut dengan mengukuhkan kelompok pembudidaya ikan Sendang Klampok dengan nomor SK : 475/ 82/ 403.418.10/ 2015 pada tanggal 15 Januari 2015.

Dampak Kegiatan Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Cara Budidaya Ikan Yang Baik Di Kabupaten Majalengka

Tags
Pembangunan sektor perikanan merupakan salah satu ujung tombak pembangunan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang berorientasi pada terwujudnya visi “ Majalengka MAKMUR yaitu Maju, Aman, Kondusif, Mandiri, Unggul dan Religius. Salah satu parameter terciptanya iklim usaha perikanan dalam pembangunan perikanan adalah meningkatnya pelaku usaha budidaya (pembudidaya) ikan, yang akan diikuti oleh meningkatnya produksi dan optimalnya sumberdaya perikanan. Untuk meningkatkan  produksi dan optimalnya potensi sumberdaya perikanan, diperlukan adanya program dukungan dan kebijakan dari pemerintah (khususnya pemerintah daerah) kepada masyarakat pelaku usaha budidaya serta sumberdaya manusia yang membantu pelaku usaha. 

PPB Kabupaten Kepulauan Meranti Terapkan Pentingnya Buku Administrasi Kelompok Pelaku Utama Perikananan Dalam Usaha Perikanan

Tags
Kesan pertama yang terlihat pada suatu kelompok pelaku utama perikanan yang baik adalah pengelolaan administrasi yang baik, sehingga kemampuan melaksanakan administrasi dengan baik perlu dibina terus sampai mereka terbiasa melakukannya.
Dalam hal ini, Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, Patrialis Akbari, S.Pi (PPB 2016) menerapkan Buku Administrasi kepada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) diwilayah kerja.
Tujuan dari buku administrasi kelompok adalah untuk dapat mengetahui keberadaan kelompok dan tingkat maju mundurnya kelompok, sehingga dokumentasi kelompok yang berupa pembukuan atau administrasi kelompok perlu disusun supaya tujuan kelompok dapat tercapai.

Kegigihan Dedi Sutisna, PPB Kabupaten Oku Timur Diseminasikan Penerapan Teknologi Sederhana Guna Efisiensi Biaya Pakan Kelompok Binaan

Tags
Tidak lagi menjadi rahasia umum, bahwa fokus keberhasilan dari suatu usaha budidaya ikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor/komponen, seperti; wadah budidaya, lingkungan/air, pakan, ikan sebagai objek utama, pengelola (pembudidaya ikan), tata laksana (management) serta beberapa faktor pendukung lainnya. Namun jika dilihat dari total biaya produksi dalam usaha budidaya ikan sebagaimana dimaksud, maka dapat disampaikan bahwa faktor paling tinggi ± sekitar 75% adalah kontribusi pakan. Dengan demikian, tingginya biaya pakan dalam kegiatan budidaya ikan menuntut adanya upaya manajemen pakan yang baik serta perhatian khusus secara maksimal. Mengingat, pakan ikan mutlak dibutuhkan dalam suatu usaha budidaya ikan yang juga merupakan indikator dari tingkat keberhasilan budidaya.

Suluh Praptaningtyas, Yang Muda Yang Berkarya PPB Dampingi Pokdakan Dan KUB Juga Dorong Gemarikan Di Kabupaten Purworejo

Tags
Letak wilayah geografis Kabupaten Purworejo termasuk lengkap yaitu terdiri dari dataran tinggi yang berbentuk bukit, dataran rendah serta wilayah pesisir atau pantai yang menghadap langsung dengan Samudera Indonesia. Wilayah Kabupaten Purworejo memiliki luas wilayah 1.034,80 Km² dan secara administratif terdiri dari 16 Kecamatan dan 494 Desa, dimana masing-masing kecamatan mempunyai karakteristik tersendiri.
Berkaitan dengan kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan kelompok dalam hal ini Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) yang beranggotakan para pembudidaya ikan skala kecil membutuhkan ketelatenan, kegigihan, dan keteladanan sikap serta perilaku yang disiplin dan konsisten. Untuk kegiatan budidaya ikan, di Kabupaten Purworejo terdapat 2 jenis budidaya yaitu budidaya ikan air tawar dan budidaya ikan air payau. Ikan yang dibudidayakan di perairan tawar antara lain ikan gurame, ikan lele, ikan nila, ikan mas, ikan patin, ikan bawal, ikan tawes, ikan sidat, dan lain – lain. Sedangkan untuk perairan payau ada budidaya udang vannamei, udang windu dan yang baru dikembangkan adalah ikan nila salin.

Peran Penyuluh Perikanan Bantu Dalam Berdayakan Kelompok Usaha Bersama Di Kabupaten Merauke

Tags
Julia Paramudita dilahirkan pada tanggal 31 Juli 1993, anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak Gatot Susilo dan Ibu Waryati di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Penulis mengambil Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan. Pada tanggal 23 Mei 2014 penulis menyelesaikan Program Diploma III dan mendapat sebutan Ahli Madya Perikanan (A.Md.Pi) di Kampus Akademi Perikanan Sorong, dari menimba ilmu pada jurusan Teknologi Budidaya Perikanan penulis mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan Yang Baik dan Benar) dan MPM (Manajer Pengendali Mutu) dan dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Baik. Keahlian yang dikembangkan oleh penulis yatiu Budidaya Ikan Air Tawar Konsumsi maupun Ikan hias, pada bulan September 2014 penulis menjadi Penyuluh Perikanan Bantu hingga saat ini yang ditempatkan pada  Dinas Kelatuan dan Perikanan Kabupaten Merauke, sebagai Pendamping Program Perikanan Tangkap.

Upaya Satriyo Anggoro, Penyuluh Perikanan Bantu Sleman Dorong Generasi Muda Usaha Budidaya Ikan

Tags
Satriyo Anggoro, lahir di Kota Yogyakarta pada tanggal 5 Februari 1985 dan telah mempelajari ilmu perikanan sejak 13 tahun yang lalu, berawal duduk di bangku kuliah Jurusan Perikanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hingga saat ini menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama 7 tahun dengan wilayah kerja di Sleman Barat.
Kabupaten Sleman memiliki 17 Kecamatan dimana setiap kecamatan didampingi oleh 1 orang Penyuluh Perikanan PNS. Kami sebagai PPB selalu berusaha berperan setara dengan siapapun dan dimanapun Penyuluh Perikanan PNS Berada, kami adalah partner kerja yang solid. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin sulit bagi anak-anak muda mencari pekerjaan, apalagi di wilayah desanya sendiri, PPB mencoba mengajak dan merangkul mereka untuk membangun desanya dengan potensi yang dimiliki tanpa harus melihat bahwa uang berputar hanya di Ibu Kota Jakarta saja. Karena selama ini mereka berangan-angan bahwa pekerjaan hanya ada di Kota Jakarta.

Juwita Dwi Purwasih, PPB Magetan Berhasil Ajak Pokdakan Optimalkan Pemanfaatan Pekarangan

Tags
Berawal dari banyaknya perkarangan warga yang tidak terpakai atau tidak termanfaatkan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Magetan melalui Penyuluh Perikanan Bantu mengajak masyarakat di Desa Jambangan Kecamatan Kawedanan untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka. Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, karena terhambat oleh terbatasnya kemampuan SDM warga, terbatasnya modal usaha, teknik budidaya yang masih tradisional dan kurangnya akses permodalan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk sebuah kelompok untuk diajak aktif dalam kegiatan budidaya. Hal tersebut ternyata disambut baik oleh warga, dan akhirnya terbentuklah kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Mina Leguni Mandiri. Anggota pokdakan Mina Leguni Mandiri sebanyak 7 orang, dan diketuai oleh Bapak M. Arifin. Pokdakan Mina Leguni Mandiri mempunyai visi “Terwujudnya Pokdakan yang Mandiri dan Tercapainya Kesejahteraan Anggota”.

Jumat, 12 Agustus 2016

PPB Mendorong Pengelolaan Keuangan Poklahsar Yang Sederhana Dan Mandiri

Tags
Kabupaten Majene adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Barat yang sebagian besar wilayahnya bersentuhan langsung dengan laut. Dengan panjang garis pantai kurang lebih sejauh 150 km dari perbatasan Kabupaten Polewali Mandar hingga perbatasan Kabupaten Mamuju. Potensi perikanan Kabupaten Majene beraneka ragam diantaranya tuna dengan produksi rata-rata 782 ton/th, ikan cakalang 694 ton / th, tongkol 1.025 ton/th, ikan layang 621 ton/th dan ikan terbang 730 ton/th. Selain potensi ikan laut, Majene juga memiliki potensi perikanan tambak pada areal seluas 450 ha dengan produksi rata-rata 178,9 ton /tahun. Dengan potensi perikanan sedemikian besar ini menjadi penanda bahwa sebagian besar pendudukya menggantungkan kehidupannya di sektor perikanan.

PPB, Nawacita Dan Ketahanan Pangan

Tags
Pembangunan sektor perikanan merupakan harapan bangsa Indonesia di masa depan. Potensi perikanan merupakan harta karun yang belum termanfaatkan secara optimal. Kita selalu membanggakan bahwa potensi sumberdaya yang terkandung di dalamnya cukup potensial untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat pesisir dan mampu menghasilkan devisa negara untuk membayar hutang pemerintah yang belum terbayar. Potensi sumberdaya tersebut seperti bahan mineral, pariwisata, perikanan, mutiara, dan bahan jenis galian lainnya yang terkandung di dasar laut. Keberuntungan Indonesia yang diberikan oleh oleh Tuhan Yang Maha Agung sebagai negara yang terletak di khatulistiwa yang merupakan pertemuan arus panas dan dingin yang menyebabkan sumberdaya perairan Indonesia begitu subur. Potensi-potensi tersebut tersebar di seluruh wilayah nasional dari Sabang sampai Merauke yang tersusun dalam satu hamparan pulau besar dan kecil yang jumlahnya kurang lebih 17.508 pulau dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia sejauh 81.000 km. 

Damayanti, PPB Bekasi Damping Kub Naik Kelas Madya

Tags
Kelompok Usaha Bersama (KUB) adalah badan usaha non badan hukum ataupun yang sudah berbadan hukum yang berupa kelompok yang dibentuk oleh nelayan berdasarkan hasil kesepakatan/musyawarah seluruh anggota yang dilandasi oleh keinginan bersama untuk berusaha bersama dan dipertanggungjawabkan secara bersama guna meningkatkan pendapatan anggota. Kelompok Usaha Bersama yang ada di Kabupaten Bekasi bergerak dibidang penangkapan dan pemasaran hasil tangkapan ikan. Secara manual tercatat data KUB di Kabupaten Bekasi sebanyak 86 KUB. Semua KUB yang ada di Kabupaten Bekasi sudah terinput kedalam aplikasi PUPI dan SIMLUHKP.
Data nelayan yang ada di Kabupaten bekasi tercatat sekitar 3475 nelayan. Melihat kepada potensi SDM yang ada, peluang untuk dilakukannya penumbuhan dan pengembangan KUB masih sangat besar. Pada tahun 2016, penyuluh perikanan Kabupaten Bekasi merencanakan akan menumbuhkan 30 KUB dan akan meningkatkan 33 kelas kelompok dari pemula menjadi madya.