Sabtu, 20 Agustus 2016

PPB Kota Serang Ikut Mendorong Naiknya Angka Konsumsi Ikan

Dalam rangka meningkatkan angka konsumsi ikan di Kota Serang, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang, Bidang Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Bapak Eri Hatinlahiry, S.Pi, MT, M.Sc, Seksi Bina Usaha yang dipimpin oleh Bapak Rakhmat Budiono, S.Hut bersama Penyuluh Perikanan Bantu melaksanakan Kegiatan “Sosialisasi Gemar Makan Ikan” Kegiatan Kajian Sistem Penyuluhan Perikanan Program Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan yang berlokasi di SDN. Limpar Lingk. Limpar Kelurahan Curug Kecamatan Curug Kota Serang Provinsi Banten dengan sumber dana APBD TA. 2016.
Naiknya angka konsumsi ikan merupakan buah dari kampanye yang sudah digaungkan Pemerintah sejak tahun 2004. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran anak-anak sekolah dasar di Kota Serang dengan metode “SAFARI GEMARIKAN” ke setiap Kecamatan, tujuannyauntuk mensosialisasikan sejak dini kepada anak bangsa agar terbiasa mengkonsumsi ikan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak-dampak postif yang didapat apabila mengkonsumsi ikan.

Pembinaan Mutu Produk Olahan Hasil Perikanan Dan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan

Dalam rangka meningkatkan kualitas mutu olahan hasil perikanan pelaku usaha binaan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Serang, Bidang Kelautan dan Perikanan bersama Penyuluh Perikanan Bantu melaksanakan kegiatan Pembinaan Mutu Produk Olahan Hasil Perikanan dengan sumber dana APBD TA. 2016 di POKLAHSAR Anugrah Bersama.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kelautan Perikanan dan Kepala Seksi Bina Usaha. Produk yang dikembangkan oleh POKLAHSAR Anugrah Bersama yaitu siomay ikan yang berbahan baku ikan kuniran. POKLAHSAR Anugrah Bersama  berlokasi di Kelurahan Mesjid Priyayi Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten dimana Kecamatan tersebut merupakan wilayah Minapolitan. 

Peran Vital PPB di Tengah Kekosongan Tenaga Penyuluh PNS Di Mamuju Tengah

Penyuluh Perikanan Bantu (PBB) yang direkrut oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMPKP) di awal tahun  2016 ini bernama  lengkap Farida, S.Pi, lahir pada tanggal 2 Mei 24 tahun lalu (1992) di polewali mandar provinsi sulawesi barat. menyelesaikan studi di universitas Tadulako Palu-sulawesi tengah pada akhir tahun 2015 dengan mengambil jurusan Budidaya Perikanan. Sangat tertarik degan budidaya air payau sehingga pada saat tugas akhir memilih udang vaname (Pennaeus vannamei)  sebagai bahan penelitian dan skripsi.
Bertugas di kabupaten mamuju tengah yang merupakan kabupaten termuda di Sulawesi Barat dengan panjang garis pantai 85,33 Km yang memungkinkan kabupaten ini memiliki potensi di bidang perikanan. Baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. umur kabupaten mamuju tengah yang baru 3 tahun menyebakan masih kurangnya kelembagaan penyuluh perikanan. Sehingga peran penyuluh perikanan diisi oleh penyuluh pertanian yang merangkap sebagai penyuluh perikaan (polivalen). Sehingga profesi penyuluh perikanan hanya dianggap sebagai profesi yang tidak memiliki paham atau dasar perikanan khususnya perikanan budidaya.

Kamis, 18 Agustus 2016

PPB Kabupaten Blitar Selain Aktif Melakukan Pembinaan dan Penyuluhan Juga Praktek Usaha Budidaya Ikan

Rike Lurin Handayani lahir di Malang pada tanggal 20 Juli 1983, anak pertama dari 2 bersaudara, dari pasangan Bapak Triyono dan Ibu Sunarsih. Penulis merupakan alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, yang sejak tahun 2008 hingga sekarang masih aktif menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar.  Kabupaten Blitar mempunyai potensi perikanan cukup bagus yang meliputi budidaya ikan air tawar serti pembesaran dan pembenihan ikan gurami,  ikan lele dan ikan nila, budidaya ikan hias seperti koi, cupang dan ikan hias aquarium, potensi  pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta potensi kelautan yang cukup baik. Di tahun 2007 pelaku usaha perikanan di Kabupaten Blitar yang tersebar di 22 kecamatan, belum bisa mendapatakan pembinaan dan penyuluhan secara maksimal, hal ini dikarenakan belum adanya Penyuluh Perikanan PNS dan keterbatasan jumlah SDM di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Blitar.

PPB Cirebon Motivasi Poklahsar Bandeng Mekar

Cirebon Merupakan salah satu kabupaten di wilayah pantura jawa barat, wilayah paling timur yang berbatasan langsung dengan Jawa tengah yaitu Kecamantan Losari. Kecamatan Losari merupakan salah satu sentra tambak air payau di wilayah kabupaten Cirebon yang memiliki komoditas bandeng dan udang yang dikelola dengan cara tradisional maupun semi intensif, dengan luas lahan tambak 7.500 Ha.   
Tepatnya di Desa Kalisari Kecamatan Losari, telah dikenal olahan tradisionalnya yaitu “Bandeng Gepuk”, menu masakan tersebut sudah dikenal oleh masyarakat sekitar dan sering dihidangkan pada acara-acara yang terdapat santapan makanannya. 
Ada sebuah keluarga yang selalu memiliki kemauan untuk melakukan kegiatan usaha agar mendapatkan pendapatan lebih, dari mulai melakukan usaha jamur tiram, berdagang kueh kering dan usaha-usaha lainnya yang dilakukan untuk mendapatkan pundi-pundi penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sampailah seorang ibu rumah tangga ini memiliki gagasan untuk mengembangkan olahan /masakan yang sebenarnya merupakan resep umum bagi warga masyarakat di sekitar Losari tersebut, Yakni “Bandeng Gepuk” 

Dua Orang PPB Dampingi 77 Poklahsar Di Polewali Mandar

Kabupaten Polewali Mandar juga merupakan daerah yang berada di kawasan maritim. Dengan garis pantai sepanjang kurang-lebih 89,07 kilometer dan dengan luas perairan 86.921 km2, masyarakat pesisir Polewali Mandar telah menciptakan kebudayaan bahari yang sangat khas. Salah satu upaya pemanfaatan perairan Mandar adalah aktifitas para nelayan dalam menangkap ikan atau membudidayakan potensi laut lainnya serta pengolahan hasil perikanan. 
Selain hasil tangkapan nelayan tradisional mandar (ikan tuna, cakalang, tongkol), ikan juga dibudidayakan dengan sistem pertambakan (bandeng dan udang). Dengan demikian, potensi perikanan Kabupaten Polewali Mandar (laut maupun tambak) sangat besar. Data dari dinas terkait di Polewali Mandar menunjukkan bahwa produksi perikanan Kabupaten Polman pada tahun 2007 tercatat 27.278,70 ton, yang terdiri dari 23.770,10 ton produksi perikanan laut dan 3.508,60 ton perikanan darat. Produksi perikanan ini mengalami peningkatan sebesar 1,05 persen dibanding tahun 2006. Jumlah perahu/kapal penangkap ikan secara keseluruhan mengalami penurunan dari 2.425 unit menjadi 2.160 unit. Yaitu masing-masing perahu/kapal penangkap ikan tak bermotor berkurang 250 unit, motor tempel berkurang 33 unit dan hanya kapal motor yang bertambah 18 unit, sehingga secara keseluruhan berkurang 265 unit. (BPS; 2008) 

Ansar, PPB Mamuju Tengah Menjembatani Kepentingan Pokdakan Kepada DKP

ANSAR,S.Pi, lahir di bone pada tahun 1992 anak pertama dari pasangan Bapak Amiruddin dan Ibu Hasira, kemudian pada tahun 1998 memasuki jenjang pendidikan dasar di SD Inpres Jengeng kecamatan tikke raya kabupaten mamuju utara provisi sulawesi barat, kemudian selesai tahun 2004 dan melnjutkan ke SMP Negri 1Rio Pakava yang ada di kabupaten Donggala Sul Teng, selesai tahun 2007 kemudian melanjutkan kejenjeng berikutnya yaitu pada SMK Negeri 1 Banawa Dikabupaten Donggala Sul Teng pada jurusan NPL (Nautika perikanan Laut) selesai pada tahun 2010 dan melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi yaitu pada Universitas AL Khairaat Palu Sul Teng denan mengambil Fakultas perikana  pada jurusan Agrobisnis Perikanan, dan selesai pada tahun 2015. 
Pertama tama terimakasih yang sebesar besar nya uutuk Kementerian Kelautan Periknan Republik indonesia, BPSDM-KP, rasa syukur serta suatu kebanggan bisa bergabung menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB)yaitu pada program pendampingan budidaya perikanan. berpegangan tangan dengan teman insan perikanan lainya ini merupakan wadah bagi kami untuk berkontribusi nyata dan berperan langsung untuk meningkatkan kesejateraan kelompok kelompok perikanan, menjadi ujung tombak walau sebagian orang mencibir bahwa kami sudah tidak tajam lagi tapi kami bekerja nyata di lapangan.